0

Candi Hindu Kuno di Dataran Tinggi Dieng: Unik, Etnik dan Istimewa

Setelah beragam wisata alam yang terpapar indah mulai dari perbukitan dengan sunrise emasnya, beberapa kawah, telaga dan air mancur yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri, sekarang saatnya pusatkan sedikit perhatian khusus pada candi Hindu kuno lengkap dengan nuansa budayanya yang kental yang masih bisa dinikmati sebagai salah satu daya tarik utama wisata dataran tinggi Dieng. Pada umumnya kompleks percandian di kawasan dataran tinggi Dieng terbagi menjadi empat bagian yaitu kompleks Candi Arjuna, kompleks Candi Gatot Kaca, kompleks Candi Dwarawati dan kompleks Candi Bima. Keempat kompleks percandian tersebut layak dijajaki satu persatu karena semuanya menawarkan sentuhan arsitektur uniknya masing-masing.

candi arjuna amerta edutravel

Kompleks Candi Arjuna
Merupakan area yang berada di pusat wilayah dataran tinggi Dieng, kompleks candi Arjuna dibangun pada masa dinasti Sanjaya dan diperkirakan dibangun pada abad VIII-IX. Terdapat empat candi utama dan satu candi perwara atau pelengkap dalam kompleks ini. Keempat candi utama menghadap ke arah barat sedangkan candi perwara menghadap ke arah timur. Keempat candi yang menghadap arah barat adalah Candi Arjuna, Candi Sembadra, Candi Srikandi, dan Candi Puntadewa. Satu-satunya candi perwara yang berdiri disini diberi nama Candi Semar dan berlokasi tepat di depan Candi Arjuna.

Kompleks Candi Gatot Kaca
Kompleks Candi Gatot Kaca pada mulanya terdiri dari lima candi namun yang masih dapat dilihat secara utuh tinggal Candi Gatot Kaca ini sendiri. Reruntuhan keempat candi yang lain, yaitu Candi Nakula, Candi Sadewa, Candi Gareng, Candi Petruk dan Candi Styaki berada halaman kompleks ini dan masih bisa disusun kembali. Bentuk atap Candi Gatut Kaca dibuat mirip dengan bentuk tubuh candi namun puncak atapnya sudah tidak terlihat lagi.

Kompleks Candi Dwarawati
Tidak berbeda jauh dengan kompleks Candi Gatot Kaca, kompleks ini juga sebelumnya terdiri dari lebih banyak candi manun yang masih bisa dinikmati keberadaannya hanyalah Candi Dwarawati karena Candi Pandu, Candi Abiyasa dan Candi Margasari tinggal reruntuhannya saja. Tubuh Candi Dwarawati berdiri diatas pondasi setinggi sekitar 50 cm dan pada tangga pintu masuk terletak pada sisi barat.

Kompleks Candi Bima
Sebagai satu-satunya candi yang letaknya agak jauh diatas bukit, Candi Bima memiliki bentuk yang berbeda dibandingkan dengan kebanyakan candi di Jawa Tengah. Tampilan candi di bagian depan menjorok sekitar 1,5 M dan difungsikan sebagai serambi menuju ruang utama dalam tubuh candi. Ruangan di ketiga sisi lainnya membentuk relung tempat meletakkan arca. Candi Bima memiliki lima tingkat atap yang masing-masing tingkat mengikuti bentuk badan candi. Setiap tingkat dihiasi relung kudu, yang merupakan arca setengah badan yang nampak seolah-olah sedang menengok keluar.

Saat ini kompleks candi Hindu Kuno dataran tinggi Dieng dikelola oleh Dinas Pariwisata Banjarnegara yang setiap tahunnya menyelenggarakan Dieng Culture Festival sebagai acara budaya tahunan yang saat ini semakin banyak diperbincangkan dan ditunggu kehadirannya.

Kapan saja dan darimana saja Anda yang ingin berwisata ke tempat-tempat eksotis syarat dengan wisata alam dan budaya, kami Amerta Edutravel siap untuk mengantarkan liburan Anda dan membuatnya lebih mudah, menyenangkan. Kami adalah penyedia paket wisata yang profesional dan berpengalaman.
Email : amerta.edutravel@gmail.com

gurnito

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *